Menyambut
Ramadhan, banyak acara digelar kaum muslimin. Di antara acara tersebut
ada yang telah menjadi tradisi yang “wajib” dilakukan meski syariat
tidak pernah memerintahkan untuk membuat berbagai acara tertentu
menyambut datangnya bulan mulia tersebut.
Puasa Ramadhan
merupakan salah satu dari kewajiban puasa yang ditetapkan syariat yang
ditujukan dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah
subhanallahu wata’ala. Hukum puasa sendiri terbagi menjadi dua, yaitu
puasa wajib dan puasa sunnah. Adapun puasa wajib terbagi menjadi 3:
puasa Ramadhan, puasa kaffarah (puasa tebusan), dan puasa nadzar.
Keutamaan Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah subhanallahu wata’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan
Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah:
185)
Pada bulan ini para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
“Bila
datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah
pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan
Muslim)
Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar. Allah subhanallahu wata’ala berfirman:
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ
الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ
الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ.
سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Kami telah
menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam
kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada
malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin
Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan
hingga terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)
Penghapus Dosa
Ramadhan
adalah bulan untuk menghapus dosa. Hal ini berdasar hadits Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ
وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لَمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا
اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang
satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan
(berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan
dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa
yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan
diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Rukun Berpuasa
a. Berniat sebelum munculnya fajar shadiq. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya.” (Muttafaqun ‘alaih dari hadits ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu)
Juga hadits Hafshah radhiyallahu ‘anha, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ
“Barangsiapa yang tidak berniat berpuasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)
Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah menyatakan bahwa hadits ini mudhtharib (goncang) walaupun sebagian ulama menghasankannya.
Namun
mereka mengatakan bahwa ini adalah pendapat Ibnu ‘Umar, Hafshah,
‘Aisyah, dan tidak ada yang menyelisihinya dari kalangan para shahabat.
Persyaratan
berniat puasa sebelum fajar dikhususkan pada puasa yang hukumnya wajib,
karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah datang kepada
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pada selain bulan Ramadhan lalu bertanya:
“Apakah kalian mempunyai makan siang? Jika tidak maka saya berpuasa.”
(HR. Muslim)
Masalah ini dikuatkan pula dengan perbuatan
Abud-Darda, Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas dan Hudzaifah ibnul
Yaman. Ini adalah pendapat jumhur.
Para ulama juga berpendapat
bahwa persyaratan niat tersebut dilakukan pada setiap hari puasa karena
malam Ramadhan memutuskan amalan puasa sehingga untuk mengamalkan
kembali membutuhkan niat yang baru. Wallahu a’lam.
Berniat ini
boleh dilakukan kapan saja baik di awal malam, pertengahannya maupun
akhir. Ini pula yang dikuatkan oleh jumhur ulama1.
b. Menahan diri dari setiap perkara yang membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Telah
diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim hadits dari
‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda:
إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَهُنَا وَأَدْرَكَ النَّهَارُ مِنْ هَهُنَا وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ
“Jika
muncul malam dari arah sini (barat) dan hilangnya siang dari arah sini
(timur) dan matahari telah terbenam, maka telah berbukalah orang yang
berpuasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Puasa dimulai dengan
munculnya fajar. Namun kita harus hati-hati karena terdapat dua jenis
fajar, yaitu fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib ditandai dengan
cahaya putih yang menjulang ke atas seperti ekor serigala. Bila fajar
ini muncul masih diperbolehkan makan dan minum namun diharamkan shalat
Shubuh karena belum masuk waktu.
Fajar yang kedua adalah fajar
shadiq yang ditandai dengan cahaya merah yang menyebar di atas lembah
dan bukit, menyebar hingga ke lorong-lorong rumah. Fajar inilah yang
menjadi tanda dimulainya seseorang menahan makan, minum dan yang
semisalnya serta diperbolehkan shalat Shubuh.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
الْفَجْرُ
فَجْرَانِ فَأَمَّا اْلأَوَّلُ فَإِنَّهُ لاَ يُحْرِمُ الطَّعَامَ وَلاَ
يُحِلُّ الصَّلاَةَ وَأَمَّا الثَّانِي فَإِنَّهُ يُحْرِمُ الطَّعَامَ
وَيُحِلُّ الصَّلاَةَ
“Fajar itu ada dua, yang pertama tidak
diharamkan makan dan tidak dihalalkan shalat (Shubuh). Adapun yang kedua
(fajar) adalah yang diharamkan makan (pada waktu tersebut) dan
dihalalkan shalat.” (HR. Ibnu Khuzaimah, 1/304, Al-Hakim, 1/304, dan
Al-Baihaqi, 1/377)
Namun para ulama menghukumi riwayat ini mauquf
(hanya perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anha dan bukan sabda Nabi
shallallahu alaihi wasallam). Di antara mereka adalah Al-Baihaqi,
Ad-Daruquthni dalam Sunan-nya (2/165), Abu Dawud dalam Marasil-nya
(1/123), dan Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Tarikh-nya (3/58). Juga
diriwayatkan dari Tsauban dengan sanad yang mursal. Sementara
diriwayatkan juga dari hadits Jabir dengan sanad yang lemah.
Wallahu a’lam.
1 Cukup dengan hati dan tidak dilafadzkan dan makan sahurnya seseorang sudah menunjukkan dia punya niat berpuasa, red
———————————————–
Siapa yang Diwajibkan Berpuasa?
Orang
yang wajib menjalankan puasa Ramadhan memiliki syarat-syarat tertentu.
Telah sepakat para ulama bahwa puasa diwajibkan atas seorang muslim yang
berakal, baligh, sehat, mukim, dan bila ia seorang wanita maka harus
bersih dari haidh dan nifas.
Sementara itu tidak ada kewajiban
puasa terhadap orang kafir, orang gila, anak kecil, orang sakit,
musafir, wanita haidh dan nifas, orang tua yang lemah serta wanita hamil
dan wanita menyusui.
Bila ada orang kafir yang berpuasa, karena
puasa adalah ibadah di dalam Islam maka tidak diterima amalan seseorang
kecuali bila dia menjadi seorang muslim dan ini disepakati oleh para
ulama.
Adapun orang gila, ia tidak wajib berpuasa karena tidak
terkena beban beramal. Hal ini berdasarkan hadits ‘Ali bin Abi Thalib
radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda:
رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُوْنِ
حَتَّى يَفِيْقَ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقَظَ وَعَنِ الصَّبِي
حَتَّى يَحْتَلِمَ
“Diangkat pena (tidak dicatat) dari 3 golongan:
orang gila sampai dia sadarkan diri, orang yang tidur hingga dia bangun
dan anak kecil hingga dia baligh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan
At-Tirmidzi)
Meski anak kecil tidak memiliki kewajiban berpuasa
sebagaimana dijelaskan hadits di atas, namun sepantasnya bagi orang tua
atau wali yang mengasuh seorang anak agar menganjurkan puasa kepadanya
supaya terbiasa sejak kecil sesuai kesanggupannya.
Sebuah hadits diriwayatkan Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha:
“Utusan
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengumumkan di pagi hari ‘Asyura
agar siapa di antara kalian yang berpuasa maka hendaklah dia
menyempurnakannya dan siapa yang telah makan maka jangan lagi dia makan
pada sisa harinya. Dan kami berpuasa setelah itu dan kami mempuasakan
kepada anak-anak kecil kami. Dan kami ke masjid lalu kami buatkan mereka
mainan dari wol, maka jika salah seorang mereka menangis karena (ingin)
makan, kamipun memberikan (mainan tersebut) padanya hingga mendekati
buka puasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sementara itu, bagi
orang-orang lanjut usia yang sudah lemah (jompo), orang sakit yang tidak
diharapkan sembuh, dan orang yang memiliki pekerjaan berat yang
menyebabkan tidak mampu berpuasa dan tidak mendapatkan cara lain untuk
memperoleh rizki kecuali apa yang dia lakukan dari amalan tersebut, maka
bagi mereka diberi keringanan untuk tidak berpuasa namun wajib membayar
fidyah yaitu memberi makan setiap hari satu orang miskin.
Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anha:
“Diberikan
keringanan bagi orang yang sudah tua untuk tidak berpuasa dan memberi
makan setiap hari kepada seorang miskin dan tidak ada qadha atasnya.”
(HR. Ad-Daruquthni dan Al-Hakim dan dishahihkan oleh keduanya)
Anas
bin Malik radhiyallahu ‘anhu tatkala sudah tidak sanggup berpuasa maka
beliau memanggil 30 orang miskin lalu (memberikan pada mereka makan)
sampai mereka kenyang. (HR. Ad-Daruquthni 2/207 dan Abu Ya’la dalam
Musnad-nya 7/204 dengan sanad yang shahih. Lihat Shifat Shaum An-Nabi,
hal. 60)
Orang-orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa
namun wajib atas mereka menggantinya di hari yang lain adalah musafir,
dan orang yang sakit yang masih diharap kesembuhannya yang apabila dia
berpuasa menyebabkan kekhawatiran sakitnya bertambah parah atau lama
sembuhnya.
Allah subhanallahu wata’ala berfirman:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Maka
barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia
berbuka, maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan
pada hari-hari yang lain.” (Al-Baqarah: 184)
Demikian pula bagi
wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap janinnya atau anaknya
bila dia berpuasa, wajib baginya meng-qadha puasanya dan bukan membayar
fidyah menurut pendapat yang paling kuat dari pendapat para ulama.
Hal ini berdasar hadits Anas bin Malik Al-Ka’bi radhiyallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ نِصْفَ الصَّلاَةِ وَالصَّوْمَ وَعَنِ الْحُبْلَى وَالْمُرْضِعِ
“Sesungguhnya
Allah telah meletakkan setengah shalat dan puasa bagi orang musafir dan
(demikian pula) bagi wanita menyusui dan yang hamil.” (HR. An-Nasai,
4/180-181, Ibnu Khuzaimah, 3/268, Al-Baihaqi, 3/154, dan dishahihkan
oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah)
Yang tidak wajib berpuasa namun wajib meng-qadha (menggantinya) di hari lain adalah wanita haidh dan nifas.
Telah
terjadi kesepakatan di antara fuqaha bahwa wajib atas keduanya untuk
berbuka dan diharamkan berpuasa. Jika mereka berpuasa, maka dia telah
melakukan amalan yang bathil dan wajib meng-qadha.
Di antara dalil atas hal ini adalah hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ يُصِيْبُنَا ذَلِكَ فَنُأْمَرُ بِقَضَاءِ الصِّيَامِ وَلاَ نُأْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ
“Adalah
kami mengalami haidh lalu kamipun diperintahkan untuk meng-qadha puasa
dan tidak diperintahkan meng-qadha shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Wallohu a’lam
Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=295
Rabu, 01 Agustus 2012
Wajibnya Shaum Ramadhan Berdasarkan Ru’yatul Hilal dan Hukum Menggunakan Ilmu Hisab Dalam Menentukan Hilal
Sudah seharusnya bagi kaum muslimin untuk membiasakan diri menghitung bulan Sya’ban dalam rangka mempersiapkan masuknya bulan Ramadhan karena hitungan hari dalam sebulan dari bulan-bulan hijriyyah 29 hari atau 30 hari sesuai dengan hadits-hadits yang shohih, di antaranya : Hadits ‘Aisyah radliallahu ‘anha, berkata Rasulullah ? :
كَانَ رَسُولُ اللهِ ?يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ عَدَّ ثَلاَثِيْنَ يَوْمًا ثُمَّ صَامَ.
Artinya:“Bahwasanya Rasulullah ? bersungguh-sungguh menghitung bulan Sya’ban dalam rangka persiapan Shaum Ramadhan melebihi kesungguhannya dari selain Sya’ban. Kemudian beliau shaum setelah melihat hilal Ramadhan. Jika hilal Ramadhan terhalangi oleh mendung maka beliau menyempurnakan hitungan Sya’ban menjadi 30 hari kemudiaan shaum.” (H.R. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud hadits no. 2325).
Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan ummatnya untuk memulai shaum Ramadhan dengan berdasarkan ru’yatul hilal, dan bila terhalangi oleh mendung atau yang semisalnya, maka dengan melengkapkan bilangan Sya’ban menjadi 30 hari. Hal ini sesuai dengan hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam berkata :
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ
Artinya: “Bershaumlah berdasarkan ru’yatul hilal dan berharirayalah berdasarkan ru’yatul hilal. Jika terhalangi oleh mendung (atau semisalnya) maka genapkanlah bilangannya menjadi 30 hari.” [HR. Al-Bukhari]
Adapun sabda Rasulullah ? dari jalan Ibnu ‘Umar :
لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوهُ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ [متفق عليه]
Artinya: “Janganlah kalian bershaum kecuali setelah melihat hilal (Ramadhan) dan jangan pula berhari raya kecuali setelah melihat hilal (Syawwal). Jika terhalangi, ‘perkirakanlah’ ” [Muttafaq ‘alaihi],
maka lafadh ( فَاقْدِرُوا لَهُ ) yang secara lughowy artinya ‘perkirakanlah’. Hal ini sebagaimana telah ditafsirkan oleh riwayat sebelumnya dengan lafadh (فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِيْن) atau (فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ ) yang artinya: “Maka lengkapilah bilangannya menjadi 30 hari” atau “lengkapi bilangan Sya’ban menjadi 30 hari”.
Dan bukanlah makna (فَاقْدِرُوا لَه) adalah (ضَيِّقُوا ), “persingkat (bulan Sya’ban menjadi 29 hari saja)” atau penafsiran lainnya. Sebab sebaik-baik tafsir terhadap suatu hadits adalah hadits yang lain. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar :
(أَوْلَى مَا فُسِّرَ الْحَدِيْثُ بالْحَدِيْثِ) Artinya: “sebaik-baik penafsiran hadits adalah dengan hadits yang lain.”
Dan demikianlah pendapat jumhur ‘ulama. Sebagaimana dikatakan oleh Al Maaziri: “Jumhur ulama mengartikan makna (فَاقْدِرُوا لَه) adalah dengan melengkapi hitungan menjadi 30 hari berdasarkan hadits yang lainnya. Mereka menyatakan : ‘Dan tidak diartikan dengan perhitungan ahli hisab (astronomi) karena jika manusia dibebani untuk itu justru mempersulit mereka disebabkan ilmu tersebut tidak diketahui kecuali oleh orang-orang tertentu. Sedangkan syari’at mengajarkan kepada manusia sesuai dengan yang dipahami oleh kebanyakan mereka.”
Sedangkan ilmu hisab (ilmu perbintangan) tidak boleh dan tidak bisa dijadikan sebagai sandaran untuk menentukan masuk atau keluarnya bulan Ramadhan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Tidak diragukan lagi ketetapan tentang dilarangnya bersandar kepada ilmu hisab (perbintangan) dalam As Sunnah dan pandangan para shahabat. Orang yang bersandar kepadanya, dia adalah orang yang sesat dan orang yang berbuat bid’ah dalam agama ini juga telah melakukan kesalahan baik dari segi nalar pikiran (akal) maupun dari segi ilmu perbintangan itu sendiri. Sesungguhnya ahli ilmu perbintangan telah mengetahui bahwa ru’yah tidak bisa ditetapkan dengan hisab falaki, karena adanya pengaruh perbedaan tinggi rendahnya tempat dan lain-lainnya.” [Taudiihul Ahkaam jilid 3 hal. 132 hadits no. 541]
Seluruh anggota Haiah Kibarul ‘Ulama (Majelis ‘Ulama di Arab Saudi) telah bersepakat tidak bolehnya bersandar kepada ilmu falaki dalam menentukan awal bulan. [Taudiihul Ahkaam jilid 3 hal. 132 hadits no. 541]
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin memberikan pernyataan yang senada dengan fatwa di atas, beliau menyatakan: “Shaum tidak menjadi wajib dengan keberadaan hisab falaki karena syariat Islam mengaitkan hukum Shiyam dengan perkara yang bisa dicapai oleh indera manusia yaitu ru’yatul hilal.” [Asy-Syarhul Mumti’ jilid 6 hal 314.]
Maka orang yang bersandar kepada hisab falaki adalah orang yang telah menyelisihi Al Haq dan Syariat Islamiyyah. Hal ini dilihat dari beberapa segi:
1. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al Quran
?فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ...? [البقرة : 185]
Artinya: “Karena itu barang siapa yang menyaksikan syahru (hilal) Ramadhan maka bershaum lah.” [Al Baqoroh : 185].
Dalam ayat ini Allah mengaitkan shiyam dengan ru’yah dan persaksian hilal.
2. Hadits-hadits shahih yang menjelaskan tentang ru’yah, seperi hadits Abi Hurairah:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَ أَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ
Artinya: “Bershaumlah berdasarkan ru’yatul hilal dan berharirayalah berdasarlan ru’yatul hilal. Jika terhalangi oleh mendung (atau semisalnya) maka genapkanlah 30 hari.” [HR Al-Bukhari]
Kemudian jika kesulitan dalam melakukan ru’yah karena awan atau yang semisalnya maka dengan cara menyempurnakan bilangan Sya’ban menjadi 30 hari dan tanpa harus menyelisihi Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan menggunakan hisab falaki.
3. Ijma’ para Shahabat, Tabi’in dan para imam setelah mereka.
4. Pernyataan dari para ahli ilmu perbintangan bahwa ru’yah tidak bisa ditetapkan dengan hisab falaki karena perbedaan ketinggian tempat perhitungan dan lain-lainnya.
5. Kenyataan terjadinya perbedaan di kalangan ahli hisab dalam menentukan hilal. Al Hafidh Ibnu Hajar berkata :
“Maka Pembuat Syariat telah menentukan hukum shiyam dan yang lainnya dengan ru’yah hal ini dalam rangka untuk menghilangkan kesulitan dalam menghitung peredaran bintang. Dan hukum ini tetap berlaku dalam shiyam walaupun bermunculan setelah itu orang-orang yang menguasai ilmu perbintangan. Bahkan konteks hadits secara gamblang meniadakan kaitan hukum shiyam dengan hisab falaki. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang telah lalu:
فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ
Artinya : “Jika hilal terhalangi atas kalian maka lengkapilah bilangan Sya’ban menjadi 30 hari”.
Dan beliau Shalallhu ‘alahi Wasallam tidak mengatakan:“….bertanyalah kepada ahli perbintangan “.
Hikmah dari hal ini bahwa hitungan bulan Sya’ban ketika terhalangi mendung atau yang semisalnya adalah sama untuk seluruh kaum muslimin. Sehingga dengan ketetapan ini hilanglah pertentangan di antara mereka. Di antara kelompok-kelompok yang berpegang dengan perhitungan hisab falaki adalah Syiah Rafidhoh dan sebagian kecil ahli fikih yang sependapat dengan mereka.
Al Baaji menerangkan bahwa Ijma’ para Shahabat dan Salafush Sholih merupakan bantahan atas mereka.
Ibnu Baziizah menyatakan: ‘pendapat itu adalah pendapat yang batil. Sedangkan syariah telah melarang dari mendalami ilmu bintang sebab ilmu ini hanyalah persangkaan belaka saja dan tidak ada padanya kepastian bahkan tidak pula dugaan yang mendekati kebenaran.’
Jika demikian halnya maka mengaitkan hukum shiyam dengan hisab falaki akan memberatkan (kaum muslimin) karena tidak ada yang mengetahuinya kecuali sedikit.” [Fathul Baari Kitabus Shiyam Bab 13 hadits no. 1913].
Rubrik Tanya Jawab
Soal :
Fenomena yang tak bisa dipungkiri bahwa kita selalu berselisih di saat ingin menentukan tanggal 1 Ramadhan atau 1 Syawal. Bagaimanakah sikap kita terutama ketika Pemerintah telah memberikan suatu keputusan dalam hal ini dengan Ru’yatul Hilal ?
Jawab :
Para Ulama berselisih pendapat ketika hilal terlihat di suatu negeri, apakah ru’yah tersebut berlaku bagi seluruh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia atau masing-masing negeri memiliki ru’yah sendiri.
Pendapat Pertama, Jumhur ulama di antara mereka Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad, berpendapat bahwa ru’yah di suatu negeri berlaku untuk seluruh kaum muslimin di negeri-negeri yang lain.
Pendapat kedua, Al-Imam Asy-Syaafi’i dan sejumlah ulama salaf berpendapat diperhitungkannya perbedaan mathla’.
Setelah kita mengetahui perbedaan pendapat diantara para ulama dalam masalah penentuan awal bulan, perlu diketahui pula sebuah nasehat yang penting dari Asy-Syaikh Al-Albani dalam kitabnya Tamamul Minnah untuk kaum muslimin di seluruh negara Islam dan seharusnya kaum muslimin memperhatikannya dan mengamalkannya. Beliau berkata: “…Dan perkara ini (pengkhabaran hasil ru’yatul hilal dari satu negeri ke negeri yang lainnya-peny) adalah hal yang mudah untuk dicapai pada masa sekarang ini dan sudah dimaklumi, namun menuntut perhatian dari negara-negara Islam sehingga bisa terwujud dikemudian hari –Insya Allah ta’ala- bersatunya negara-negara Islam. Maka saya berpendapat bahwa setiap kaum muslimin menjalankan shiyam Ramadhan bersama pemerintahnya masing-masing dan tidak mengikuti pendapatnya sendiri-sendiri sehingga ada yang menjalankan shaum bersama permerintah dan yang lain tidak, baik mendahului atau membelakangi karena hal ini akan memperluas perpecahan sebagaimana telah terjadi di beberapa negara Arab sejak beberapa tahun yang lalu. وَاللهُ الْمُسْتَعَان” [Tamamul Minnah hal. 298]
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menyebutkan pernyataan yang sama dengan pernyataan Asy-Syaikh Al-Albani di atas dalam kitab beliau Asy-Syarhul Mumti’ ketika menyebutkan pendapat yang ketiga: “Bahwa setiap warga negara hendaknya mengikuti pemerintahnya masing-masing jika pemerintahnya menjalankan ash-shaum maka mereka juga menjalankannya, jika pemerintahnya berhari raya hendaklah rakyatnya berhari raya pula bersamanya. Seandainya ada khilaafah (pemerintahan) yang membawahi seluruh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia kemudian ada yang melihat hilal di negerinya, dan khalifah menetapkannya maka wajib setiap kaum muslimin di seluruh penjuru dunia untuk bershaum atau berhari raya (sesuai dengan ketetapan khalifah/pemerintahnya – pen). Hendaklah kaum muslimin mengamalkan yang demikian ini yaitu bila pemerintah menetapkan ru’yah maka seluruh kaum muslimin yang dibawah kekuasaannya mengikuti baik dalam bershaum maupun berhari raya. Dan pendapat ini merupakan pendapat yang kuat jika dipandang dari sisi keutuhan kemasyarakatan (kaum muslimin) . Kalaupun kita membenarkan pendapat kedua yang berdasarkan pada perbedaan mathla’ tetap wajib untuk tidak menampakkan adanya perbedaan dengan mayoritas kaum muslimin.” [Asy-Syarhul Mumti’ jilid 6 hal. 322.]
Sumber : www.assalafy.org
Manfaat Puasa Bagi Kesehatan
Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta
benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk
istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan
melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya
fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga
kesehatan jasmani dan rohani.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang
berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk
kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan
kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol
dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes
mellitus), dan lain-lain.
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :
- Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.
- Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan.
- Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.
- Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh.
- Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
- Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Misal ketika mengalami stres, hormon insulin dan adrenalin yang mengatur waktu lapar terganggu sehingga nafsu makan hilang atau bahkan datang lebih cepat. Kekurangan produksi hormon insulin berakibat munculnya penyakit diabetes, sedangkan bila berlebihan tubuh akan menderita hiperglikemia. Pada saat puasa orang akan bersabar dan berusaha menahan amarah dan senantiasa pasrah pada Tuhan. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal sehingga irama hidup lebih harmonis.
- Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.
- Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.
- Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.
Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau
dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini
mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis
merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh
untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh
makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan
minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.
Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang
diperlukannya.
Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima
selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa
puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan
aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi
unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya
keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat
langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya
dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik
dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan
kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak
kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia,
kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.
Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa
lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan seperti
perut kembung dan gangguan lambung. Beberapa bahan pangan tertentu
seperti madu, jahe, kencur, temu lawak, dan bahan-bahan lainnya dapat
digunakan untuk mengatasi stamina menurun, kembung, dan gangguan lambung
pada saat puasa.
Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan agar puasa tetap fit dan segar.
1.MADU
Khasiat : meningkatkan stamina serta mempertahankan stabilitias tubuh
agar tetap sehat dan bugar, melancarkan proses metabolisme, untuk
kecantikan dan awet muda, mencegah gangguan pencernaan, dan lain-lain
2.KURMA
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah & mengatasi
anemia (kurang darah), melancarkan pembuangan, sebagai penenang
(merileksasi sel otot tubuh yang tegang), mencegah pendarahan rahim.
3.JAHE (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi perut kembung, masuk angin, mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, dan lain-lain
4.TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : kolesterol tinggi, meningkatkan stamina tubuh/tonikum, kurang
darah, radang lambung/maag, perut kembung, dan lain-lain.
5.KENCUR (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina tubuh, menghilangkan bau mulut, radang
lambung, kembung, mual, muntah, masuk angin, dan lain-lain.
6.Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung
7.KUNYIT (Curcuma domestica Val.)
Khasiat /efek ; radang lambung, memperlancar pengeluaran empedu sehingga
mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.
8.KAPULAGA (Amomum cardamomum)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.
9.Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.
Sumber dari: www.doktersehat.com
Jumat, 20 Juli 2012
Tombol Shortcut Umum/Jalan Pintas pada Keyboard
Tombol CTRL + C (berguna untuk mengkopy atau menyalin item)
Tombol CTRL + X (Berguna untuk meng-Cut atau memotong item)
Tombol CTRL + V (Berguna untuk mem-Paste item)
Tombol CTRL + Z (Berguna untuk membatalkan suatu proses terakhir)
Tombol DELETE (Berguna untuk menghapus suatu item)
Tombol SHIFT + DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen, item yang
terhapus tidak dibuang ke dalam Recycle Bin)
Tombol CTRL sambil menyeret sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
Tombol CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
Tombol F2 key (Ubah nama item yang dipilih)
Tombol CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya)
Tombol CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya)
Tombol CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf
Tombol CTRL + X (Berguna untuk meng-Cut atau memotong item)
Tombol CTRL + V (Berguna untuk mem-Paste item)
Tombol CTRL + Z (Berguna untuk membatalkan suatu proses terakhir)
Tombol DELETE (Berguna untuk menghapus suatu item)
Tombol SHIFT + DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen, item yang
terhapus tidak dibuang ke dalam Recycle Bin)
Tombol CTRL sambil menyeret sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
Tombol CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
Tombol F2 key (Ubah nama item yang dipilih)
Tombol CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya)
Tombol CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya)
Tombol CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf
berikutnya)
Tombol CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya)
Tombol CTRL + SHIFT dengan salah satuTombol panah (Sorot blok teks)
Tombol SHIFT dengan salah satu tombol panah (Pilih lebih dari satu item dalam sebuah
jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
Tombol CTRL + A (Select all)
Tombol F3 key (Search for a file atau folder)
Tombol ALT + ENTER (View properti untuk item yang dipilih)
Tombol ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
Tombol ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
Tombol ALT + Spacebar (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
Tombol CTRL + F4 (Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan
Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
Tombol ALT + TAB (Switch antara item yang terbuka)
Tombol ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka)
Tombol F6 key (Cycle melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
Tombol F4 key (Menampilkan the Address bar list in My Computer atau Windows Explorer)
Tombol SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
Tombol ALT + Spacebar (Menampilkan menu Sistem untuk jendela aktif)
Tombol CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
Tombol ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
Tombol F10 key (Mengaktifkan menu bar dalam program aktif)
Tombol RIGHT ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
Tombol LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
Tombol F5 key (Update jendela aktif)
Tombol BACKSPACE (View the folder one level up in My Computer atau Windows
jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
Tombol CTRL + A (Select all)
Tombol F3 key (Search for a file atau folder)
Tombol ALT + ENTER (View properti untuk item yang dipilih)
Tombol ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
Tombol ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
Tombol ALT + Spacebar (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
Tombol CTRL + F4 (Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan
Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
Tombol ALT + TAB (Switch antara item yang terbuka)
Tombol ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka)
Tombol F6 key (Cycle melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
Tombol F4 key (Menampilkan the Address bar list in My Computer atau Windows Explorer)
Tombol SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
Tombol ALT + Spacebar (Menampilkan menu Sistem untuk jendela aktif)
Tombol CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
Tombol ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
Tombol F10 key (Mengaktifkan menu bar dalam program aktif)
Tombol RIGHT ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
Tombol LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
Tombol F5 key (Update jendela aktif)
Tombol BACKSPACE (View the folder one level up in My Computer atau Windows
Explorer)
Tombol ESC (Membatalkan tugas sekarang)
Tombol SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-
ROM secara otomatis bermain)
Tombol SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-
ROM secara otomatis bermain)
Tombol CTRL + SHIFT + ESC (Membuka Task Manager)
Tombol PRT SCRN (Menyalin tampilan desktop ke clipboard)
Tombol ALT+PRT SCRN (Menyalin tampilan jendela aktif ke clipboard)
Tombol keyboard short pada Kotak dialog
Jika Anda menekan SHIFT + F8 di dalam kotak daftar seleksi tambahan, maka anda
mengaktifkan modus seleksi tambahan. Dalam mode ini, Anda dapat menggunakan tombol
panah untuk memindahkan kursor tanpa mengubah pilihan seleksi. Anda dapat menekan
CTRL + Spacebar atau SHIFT + Spacebar untuk menyesuaikan pilihan seleksi. Untuk
membatalkan pilihan diperpanjang siaga, tekan SHIFT + F8 lagi. Modus seleksi tambahan
membatalkan sendiri ketika Anda memindahkan fokus ke kontrol lain.
Jika Anda menekan SHIFT + F8 di dalam kotak daftar seleksi tambahan, maka anda
mengaktifkan modus seleksi tambahan. Dalam mode ini, Anda dapat menggunakan tombol
panah untuk memindahkan kursor tanpa mengubah pilihan seleksi. Anda dapat menekan
CTRL + Spacebar atau SHIFT + Spacebar untuk menyesuaikan pilihan seleksi. Untuk
membatalkan pilihan diperpanjang siaga, tekan SHIFT + F8 lagi. Modus seleksi tambahan
membatalkan sendiri ketika Anda memindahkan fokus ke kontrol lain.
Tombol CTRL + TAB (Bergerak maju melalui tab)
Tombol CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
Tombol TAB (Bergerak maju melalui pilihan)
Tombol SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
Tombol ALT + huruf yang digarisbawahi (Tombol shortcut ini berguna Lakukan perintah
Tombol CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
Tombol TAB (Bergerak maju melalui pilihan)
Tombol SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
Tombol ALT + huruf yang digarisbawahi (Tombol shortcut ini berguna Lakukan perintah
yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
Tombol ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
Tombol Spacebar (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check
Tombol ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
Tombol Spacebar (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check
box)
Tombol Arrow keys (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
Tombol F1 key (Display Help)
Tombol F4 key (Display the item dalam daftar aktif)
Tombol BACKSPACE (Open a folder satu tingkat jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai
atau Buka kotak dialog)
Tombol F1 key (Display Help)
Tombol F4 key (Display the item dalam daftar aktif)
Tombol BACKSPACE (Open a folder satu tingkat jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai
atau Buka kotak dialog)
Tombol keyboard shortcut pada keyboard khusus Microsoft
Tombol Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu di Start)
Tombol Windows Logo + BREAK (Menampilkan kotak dialog System Properties)
Tombol Windows Logo + D (Menampilkan penuh desktop)
Tombol Windows Logo + M (Meminimalkan semua jendela)
Tombol Windows Logo + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
Tombol Windows Logo + E (Membuka My Computer)
Tombol Windows Logo + F (Membuka jendela pencari file dan folder)
Tombol CTRL + Windows Logo + F (Search for komputer)
Tombol Windows Logo + F1 (Menampilkan Windows Help)
Tombol Windows Logo + L (Mengunci keyboard)
Tombol Windows Logo + R (Membuka kotak dialog Run)
Tombol Windows Logo + U (Membuka Utility Manager)
Tombol Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu di Start)
Tombol Windows Logo + BREAK (Menampilkan kotak dialog System Properties)
Tombol Windows Logo + D (Menampilkan penuh desktop)
Tombol Windows Logo + M (Meminimalkan semua jendela)
Tombol Windows Logo + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
Tombol Windows Logo + E (Membuka My Computer)
Tombol Windows Logo + F (Membuka jendela pencari file dan folder)
Tombol CTRL + Windows Logo + F (Search for komputer)
Tombol Windows Logo + F1 (Menampilkan Windows Help)
Tombol Windows Logo + L (Mengunci keyboard)
Tombol Windows Logo + R (Membuka kotak dialog Run)
Tombol Windows Logo + U (Membuka Utility Manager)
Tombol keyboard shortcut yang berhubungan dengan Accessibility
Tombol Right SHIFT selama delapan detik (Switch FilterKeys on atau off)
Tombol Waktu ALT + left SHIFT + PRINT SCREEN (Switch High Contrast on atau off)
Tombol Right SHIFT selama delapan detik (Switch FilterKeys on atau off)
Tombol Waktu ALT + left SHIFT + PRINT SCREEN (Switch High Contrast on atau off)
Tombol Waktu ALT + left SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseKeys on atau off)
Tombol SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyKeys on atau off)
Tombol NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleKeys on atau off)
Tombol Windows Logo + U (Open Utility Manager)
Tombol SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyKeys on atau off)
Tombol NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleKeys on atau off)
Tombol Windows Logo + U (Open Utility Manager)
Tombol keyboard shortcut di Windows Explorer
Tombol END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
Tombol HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
Tombol NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Menampilkan semua subfolder yang berada di
Tombol END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
Tombol HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
Tombol NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Menampilkan semua subfolder yang berada di
bawah folder yang dipilih)
Tombol NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
Tombol NUM LOCK + Minus sign (-) (Menampilkan isi folder yang dipilih kembali ke
folder sebelumnya)
Tombol LEFT ARROW (Memundurkan pilihan folder ke sebelumnya, atau pilih folder
Tombol NUM LOCK + Minus sign (-) (Menampilkan isi folder yang dipilih kembali ke
folder sebelumnya)
Tombol LEFT ARROW (Memundurkan pilihan folder ke sebelumnya, atau pilih folder
induk)
Tombol RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan folder ke sub folder selanjutnya, atau pilih
subfolder pertama)
Tombol keyboard shortcut pada Peta Karakter
Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid
dengan menggunakan cara pintas keyboard:
Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid
dengan menggunakan cara pintas keyboard:
Tombol RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
Tombol LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
Tombol UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
Tombol LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
Tombol UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
Tombol DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
Tombol PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
Tombol PAGE DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
Tombol HOME (Pindah ke awal baris)
Tombol END (Pindah ke akhir baris)
Tombol CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
Tombol CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
Tombol Spacebar (Beralih di antara modus yang membesar dan normal bila karakter dipilih)
Tombol PAGE DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
Tombol HOME (Pindah ke awal baris)
Tombol END (Pindah ke akhir baris)
Tombol CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
Tombol CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
Tombol Spacebar (Beralih di antara modus yang membesar dan normal bila karakter dipilih)
Tombol keyboard shortcut pada Jendela utama Microsoft Management Console (MMC)
Tombol CTRL + O (Buka konsol yang disimpan )
Tombol CTRL + N (Buka konsol baru)
Tombol CTRL + S (Menyimpan konsol dibuka)
Tombol CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
Tombol CTRL + W (Buka jendela baru)
Tombol Tombol F5 (Memperbarui konten semua jendela konsol)
Tombol ALT + Spacebar (Menampilkan menu jendela MMC)
Tombol ALT + F4 (Menutup konsol)
Tombol ALT + A (Menampilkan menu Action)
Tombol CTRL + O (Buka konsol yang disimpan )
Tombol CTRL + N (Buka konsol baru)
Tombol CTRL + S (Menyimpan konsol dibuka)
Tombol CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
Tombol CTRL + W (Buka jendela baru)
Tombol Tombol F5 (Memperbarui konten semua jendela konsol)
Tombol ALT + Spacebar (Menampilkan menu jendela MMC)
Tombol ALT + F4 (Menutup konsol)
Tombol ALT + A (Menampilkan menu Action)
Tombol ALT + V (Menampilkan menu View)
Tombol ALT + F (Menampilkan menu File)
Tombol ALT + O (Menampilkan menu Favorites)
Tombol ALT + F (Menampilkan menu File)
Tombol ALT + O (Menampilkan menu Favorites)
Tombol keyboard shortcut pada Jendela konsol MMC
Tombol CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
Tombol ALT + Minus sign (-) (Menampilkan menu window untuk jendela konsol yang aktif)
Tombol SHIFT + F10 (Menampilkan shortcut menu Action untuk item yang dipilih)
Tombol Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
Tombol Tombol F5 (Memperbarui konten semua jendela konsol)
Tombol CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
Tombol CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
Tombol ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang
Tombol CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
Tombol ALT + Minus sign (-) (Menampilkan menu window untuk jendela konsol yang aktif)
Tombol SHIFT + F10 (Menampilkan shortcut menu Action untuk item yang dipilih)
Tombol Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
Tombol Tombol F5 (Memperbarui konten semua jendela konsol)
Tombol CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
Tombol CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
Tombol ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang
dipilih)
Tombol F2 key (Ubah nama item yang dipilih)
Tombol CTRL + F4 (Menutup jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya
memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)
Tombol CTRL + F4 (Menutup jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya
memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)
Tombol shortcut navigasi pada sambungan remote desktop
Tombol CTRL + ALT + END (Membuka kotak dialog Microsoft Windows NT Security)
Tombol ALT + PAGE UP (Berpindah antara program dari kiri ke kanan)
Tombol ALT + PAGE DOWN (Berpindah antara program dari kanan ke kiri)
Tombol ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan di
Tombol CTRL + ALT + END (Membuka kotak dialog Microsoft Windows NT Security)
Tombol ALT + PAGE UP (Berpindah antara program dari kiri ke kanan)
Tombol ALT + PAGE DOWN (Berpindah antara program dari kanan ke kiri)
Tombol ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan di
sebagian besar order)
Tombol ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
Tombol CTRL + ALT + BREAK (Berpindah klien komputer antara jendela dan layar penuh)
Tombol ALT + DELETE (Menampilkan menu Windows)
Tombol CTRL + ALT + Minus sign (-) (Menempatkan sebuah snapshot dari seluruh area
jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan
menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Tombol CTRL + ALT + Plus sign (+) (Menempatkan sebuah snapshot dari jendela aktif klien
pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT
SCREEN pada komputer lokal.)
Tombol CTRL + ALT + BREAK (Berpindah klien komputer antara jendela dan layar penuh)
Tombol ALT + DELETE (Menampilkan menu Windows)
Tombol CTRL + ALT + Minus sign (-) (Menempatkan sebuah snapshot dari seluruh area
jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan
menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Tombol CTRL + ALT + Plus sign (+) (Menempatkan sebuah snapshot dari jendela aktif klien
pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT
SCREEN pada komputer lokal.)
Tombol shortcut navigasi Microsoft Internet Explorer
Tombol CTRL + B (Membuka kotak dialog Organize Favorites)
Tombol CTRL + E (Membuka Search bar)
Tombol CTRL + F (Memulai utiliti Find)
Tombol CTRL + H (Membuka History bar)
Tombol CTRL + I (Membuka Favorites bar)
Tombol CTRL + L (Membuka kotak dialog Open)
Tombol CTRL + N (Membuka salinan jendela baru dari halaman browser sekarang dengan
alamat Web yang sama)
Tombol CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L)
Tombol CTRL + I (Membuka Favorites bar)
Tombol CTRL + L (Membuka kotak dialog Open)
Tombol CTRL + N (Membuka salinan jendela baru dari halaman browser sekarang dengan
alamat Web yang sama)
Tombol CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L)
Tombol CTRL + P ( membuka kotak dialog print)
Tombol CTRL + R (me refresh halaman web ini)
Tombol CTRL + W (menutup jendela aktif)
Rabu, 30 Mei 2012
Van Der Sar Hadir Di Jakarta Pada 16 Juni 2012
Munial Sport Group (MSG) kembali mempersembahkan sebuah acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar sepakbola di Indonesia. Setelah sebelumnya berhasil mendatangkan Cesc Fabregas dan Rio Ferdinand, kali ini MSG akan mendatangkan Edwin van der Sar.
Dari hasil penjualan tiket acara tersebut, 5 persen akan disumbangkan ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), untuk turut membantu perkembangan sepakbola nasional.
| MSG Up Close & Personal with EDWIN VAN DER SAR Jakarta, 16 Juni 2012 18:30 - 21:30 WIB |
| "Feel the joy with someone who won the 2008 UEFA Champions League with Manchester United" "Share the moment with someone who won four Premier League titles with Manchester United" "The Best European Goalkeeper 1995 & 2005" "The most capped player in the Netherlands national team" *Would you like to know more about him? |
| Untuk reservasi dan informasi, hubungi: 021 719 5956 (Yumi) 021 9279 5218 (Wawa) Pembelian undangan bisa langsung ke kantor MSG di Jl. Kemang Selatan No. 125A atau pemesanan dengan menghubungi salah satu nomor di atas. Harga undangan adalah Rp. 3.000.000,- (sudah termasuk dinner, foto one-on-one, tanda tangan asli Edwin van der Sar di poster, entertaiment, dan free flow minuman). |
Edwin Van Der Sar, Xabi Alonso, Cesc Fabregas ke Indonesia
Munial Sport Group (MSG) kembali mempersembahkan sebuah acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar sepakbola di Indonesia. Setelah sebelumnya, berhasil mendatangkan Cesc Fabregas (untuk Biskuat) dan Rio Ferdinand, kali ini MSG akan mendatangkan tiga bintang sepakbola dunia.
Tiga bintang sepakbola tersebut adalah Fabregas, Xabi Alonso dan Edwin van der Sar. Van der Sar direncanakan akan tiba pada tanggal 16-17 Juni 2012, Fabregas akan hadir kembali untuk Biskuat pada tanggal 3-6 Juli 2012, sementara Alonso akan hadir dalam acara Kacang Dua Kelinci pada tanggal 7-8 Juli.
Munial Sport Group ( MSG) akan memberikan kesempatan bagi para penggemar bintang-bintang sepakbola tersebut untuk bisa bertemu dalam beberapa rangkaian acara, seperti seperti meet and great, up close and personal untuk Van Der Sar dan Cesc Fabregas dengan Biskuat.
Sementara itu, 5 persen dari hasil penjualan tiket acara-acara tersebut juga akan disumbangkan ke Asosiasi Pesepakbola Proffesional Indonesia (APPI), untuk turut membantu perkembangan sepakbola nasional.
4 Gol Gonzales Kalahkan Gresik United
Raihan tiga angka mengangkat posisi Persisam empat tangga lebih baik ke peringkat sepuluh usai mengumpulkan 32 poin. Koleksi nilai Persisam sama dengan PSPS Pekanbaru, namun tim Elang Borneo unggul selisih gol. Persisam pun menghapus empat kekalahan di laga sebelumnya.
Sedangkan kekalahan dari Persisam membuat Gresik United turun satu tangga dengan koleksi nilai 30 dari 27 pertandingan.
Persisam yang ingin menghentikan empat hasil buruk di laga sebelumnya menerapkan permainan agresif untuk melakukan tekanan ke pertahanan Gresik United. Sebaliknya, Gresik United lebih memperkuat barisan belakang, sehingga jarang menghadirkan ancaman di pertahanan Persisam.
Kendati demikian, Gresik United mendapatkan peluang lebih dulu melalui skema serangan balik. Pada menit ke-26, Rahmat Rivai melalukan penetrasi, dan memberikan umpan kepada Marwan Sayedeh. Namun kiper Agung Prasetyo masih mampu menepis bola tendangan Marwan.
Persisam langsung memberikan respon. Walau melakukan tekanan demi tekanan, Persisama gagal menuntaskan peluang untuk dikonversi menjadi gol. Babak pertama ditutup dengan skor imbang tanpa gol.
Tuan rumah memperbaiki performa mereka di babak kedua, dan meningkatkan intensitas serangannya. Pendukung Persisam bersorak kegirangan setelah tim kesayangannya memecahkan kebuntuan lewat sundulan El Loco yang membobol gawang Ade Muchtar pada menit ke-59.
Gol ini melecut motivasi pemain Persisam. Persisam menggandakan keunggulannya pada menit ke-63. Kesalahan pemain belakang Gresik United dimanfaatkan El Loco untuk mengubah papan skor menjadi 2-0.
Gresik United sempat memberikan perlawanan, namun Persisam yang justru makin memperbesar keunggulannya. Umpan matang Kim Dong Chan diselesaikan dengan baik oleh El Loco.
Menjelang pertandingan berakhir, El Loco menciptakan qua-trick setelah sundulannya menyambut bola liar hasil sepak pojok gagak diantisipasi Ade. Persisam pun akhirnya memetik kemenangan setelah terpuruk di empat laga sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
